The Respiratory Tract Effectiveness of Post-General Anesthesia in Smokers and Non-Smokers in Pku Muhammadiyah Operating Theaters of Bantul Yogyakarta

Arif Adi Setiawan, Gusti Agung Putu Anggit Ciwi Tanugita

Abstract


The respiratory tract effectiveness of post-general anaesthesia inhalation is greatly influenced by the condition of the respiratory system. The smoking habit causes inflammation of the respiratory tract especially on patients who have smoking record. They have a high risk of respiratory tract ineffectiveness of anaesthesia inhalation. This study aims to compare the effectiveness respiratory tract of post-general anaesthesia inhalation in smokers and nonsmokers in the PKU Muhammadiyah Hospital Operating Theater Bantul Yogyakarta. This study was categorized as a comparative study with a cohort approach involving 36 respondents who were taken by accidental sampling. The results this study was analyzed by Mann-Whitney analysis in purpose to explain that there were differences between smokers respiratory tract effectiveness and nonsmokers post- general anaesthesia inhalation in PKU Muhammadiyah Hospital Operating theatre in Bantul Yogyakarta with a significant value of 0,000 (p <0.05).

Keywords


The respiratory tract effectiveness; Smoking habit; General inhalation anaesthesia

References


Ambarwati. (2014). Media Leaflet, Video Dan Pengetahuan Siswa SD Tentang Bahaya Merokok pada Siswa SDN 78 Sabrang Lor Mojosongo Surakarta. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 7-13.

Amon, D. (2013). Perbedaan Keefektifan Jalan Nafas Pasien Perokok dan Bukan Perokok Pasca Operasi di Rumah Sakit AT-TUROTS AL-ISLAMY Yogyakarta. Yogyakarta: STIKES Aisyiyah Yogyakarta.

Apriliana, H. D. (2013). Rerata Waktu Pasien Pasca Operasi Tinggal Di Ruang Pemulihan RSUP DR Kariadi Semarang. Semarang: Universitas Diponogoro.

Boulton, T. B. (2012). Anestesiologi. Jakarta: EGC.

Dharma, Kelana K. (2013). Metodologi Penelitian Keperawatan (Panduan Melaksanakan dan Menerapkan Hasil Penelitian). Edisi Revisi. Jakarta: Trans Info Media.

Gwinnutt, C. L. (2014). Anestesi Klinis.Jakarta: EGC.

Huda, Larissa. (2016). YLKI: Tak Merokok Sehari, Indonesia Bisa Hemat Rp 605 Miliar. Di akses pada 17 Oktober 2017, dari https://m.tempo.co.

Inayatillah. I. R. (2014). Kadar Karbon Monoksida Udara Ekspirasi pada Perokok dan Bukan Perokok serta Faktor-Faktor yang Mempengaruhi. J Respir Indo Vol. 34 No. 4, 180-190.

Irmayanti, E. (2015). Pengaruh Perilaku Merokok Terhadap Prestasi Akademik Mahasiswa Prodi D-III Keperawatan Stikes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya. Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada Volume 13 Nomor 1.45-50.

Kemenkes. (2016). Rokok Illegel Merugikan Bangsa dan Negara. Di akses pada 17 Oktober 2017, dari http://www.depkes.go.id.

Kemenkes. (2016). Suarakan Kebenaran, Jangan Bunuh Dirimu Dengan Candu Rokok. Di akses pada 17 Oktober 2017, dari http://www.depkes.go.id.

Kumanda, A. (2014). Hubungan Merokok Dengan Kejadian Hipersekresi Mukus Intra Anestesi Pada Pasien Yang Dilakukan Tindakan Anestesi Umum Inhalasi Di Instalasi Bedah Sentral Rumah Sakit Umum Daerah Cilacap. Yogyakarta: Poltekes Kemenkes Yogyakarta.

Mangku, Senapathi, G. (2010). Buku Ajar Ilmu Anestesi dan Reaminasi. Jakarta: Indeks

Nursalam. (2016). Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.

Putri, Maulida. A. (2015). Hubungan Antara Kebiasaan Merokok Dengan Kapasitas Vital Paru. Surakarta: Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Rahim, Djunaidi. (2011). Studi perbandingan keefektifan jalan nafas pasca anestesi umum inhalasi pada pasien perokok dan tidak perokok di RSUD Luwuk. Yogyakarta: Poltekes Kemenkes Yogyakarta

Riskesdas. (2013). Hasil Riset Kesehatan Dasar 2013. Di akses pada 18 Oktober 2016, dari http://www.pusdatin.kemkes.go.id

Riskesdas. (2013). Prilaku Merokok Masyarakat Indonesia. Di akses pada 15 Juni 2017, dari http://www.depkes.go.id.

Riwidikdo, H. (2012). Statistic Kesehatan. Yogyakarta: Nuha Medika.

Salombe, S. (2014). Study Nilai Saturasi Oksigen Perifer Pasca Anestesi Umum Inhalasi Pada Perokok dan Bukan Perokok di RSUP. Prof. Dr. R. D. Kanduo Manado. Yogyakarta: Poltekes Kemenkes Yogyakarta.

Saminan. (2013). Hubungan Merokok Dengan Obstruksi Jalan Nafas. Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Volume 13 Nomor 1, 55-58.

Sudiatmika. (2011). Waktu Pulih Sadar Pada Pasien Perokok Dan Bukan Perokok Dengan Anestesi Umum Inhalasi di IBS RSUD Undata Palu. Yogyakarta: Poltekes Kemenkes Yogyakarta.

Sukmawati, A. M. (2016). Perbandingan Nilai Forced Expiratory Flow Pada Perokok Dan Bukan Perokok. J Respir Indo Vol. 36 No. 3, 167-174




DOI: https://doi.org/10.35842/jkry.v7i2.447

Article Metrics

Abstract view : 0 View

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.