Bekam Menurunkan Keluhan Myalgia

Fajarina Lathu Asmarani, Luh Gede Rinika Sancita Dewi

Abstract


Myalgia atau nyeri otot disebabkan karena beban kerja, beban tambahan dan kemampuan kerja serta refleks spasme otot. 40,5% pekerja mengalami masalah di muskuloskeletal. Myalgia yang tidak teratasi dapat menyebabkan keterbatasan gerak, ketidakmampuan bekerja dan ketakutan / kecemasan untuk bergerak.  Penatalaksanaan myalgia dapat dilakukan dengan terapi farmakologi dan non farmakologi. Salah satu terapi non farmakologi yang direkomendasikan adalah terapi bekam karena dapat mengeluarkan mediator inflamasi, prostaglandin, sitokin dan substansi P. Tujuan penelitian ini untuk membuktikan secara ilmiah pengaruh bekam terhadap penurunan skala nyeri pada pasien dengan keluhan myalgia. Jenis penelitian ini adalah quasi experiment dengan desain penelitian pre test and post test without control. Sampel adalah pasien yang akan melakukan terapi bekam sebanyak 20 dengan metode consecutive sampling. Responden diberikan kering sebanyak 5 menit dan dilanjutkan bekam basah selama 5 menit. Skala nyeri menggunakan Visual Analogue Scale (VAS) sebelum dan sesudah diberikan terapi bekam basah. Analisa data Wilcoxon Test. Skala nyeri sebelum diberikan terapi sebesar 5,00000 dan sesudah terapi 1,0000 dengan hasil nilai p-value 0,000 < 0,05. Bekam terbukti menurunkan skala nyeri pada pasien dengan keluhan myalgia dan diharpkan perawat melakukan terapi bekam basah sebagai bagian dari intervensi nyeri

Keywords


Myalgia; Nyeri; Bekam

Full Text:

PDF

References


Anggoro, A. W. (2014). Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Kasus Myalgia (Tibialis Anterior) Sinistra Di RST Dr. Soedjono Magelang (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Asmarani, F. L. (2018). Penurunan Nyeri Akibat Asam Urat Melalui Pemanfaatan Terapi Komplementer Akupunktur. Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta, 5(2), 373-377.

Bulechek, G., Butcher, H., Dochterman, J., & Wagner, C. (2016). Nursing Interventions Classification (NIC) (6th ed.). Indonesia: ELSEVIER.

El Sayed, S. M., Mahmoud, H. S., & Nabo, M. M. H. (2013). Methods of wet cupping therapy (Al-Hijamah): in light of modern medicine and prophetic medicine. Alternative & Integrative Medicine, 1-16.

Handoko, P. (2008). Pengobatan Alternatif. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo.

Herdman, T. H., & Kamitsuru, S. (2018). Nanda Diagnosis Keperawatan Definisi dan Klasifikasi 2018-2020. (M. Ester & W. Praptiani, Eds.) (11th ed.). Jakarta: EGC.

Jalajuwita, N. R., & Paskarini, I. (2015). Hubungan Posisi Kerja Dengan Keluhan Muskuloskeletal Pada Unit Pengelasan PT. X Bekasi. The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health, 4(1), 33–42.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2013). Riset Kesehatan Dasar 2013. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Khodorova, Navarro, Jouaville, & Murthy. (2003). Endotelin B Bereceptor Activation Triggers An Endogenous Cascade At Sites Of Pheripheral Injury.

M, T., Ansar, A., & Zulkifle. (2016). Effecets Of Hijamat Bish Shart In Wajauz Zahr (Low Back Pain) and Assuciated Disability.

Malonda, C. E., Kawatu, P. A. T., & Doda, D. V. (2016). Gambaran Posisi Kerja dan Keluhan Gangguan Muskuloskeletal Pada Petani Padi di Desa Kiawa 1 Barat Kecamatan Kawangkoan Utara. Jurnal Ilmiah Farmasi, 5(4).

Notoatmodjo, S. (2014). Kesehatan Masyarakat Ilmu dan Seni. Jakarta: Rineka Cipta.

Nurhikmah. (2017). Efektifitas Terapi Bekam/ Hijamah Dalam Menurunkan Nyeri Kepala (Cephalgia). Caring Nursing Jurnal, 1(1).

Purnama, Y. H. C. (2018). Pengaruh Terapi Bekam Terhadap Penurunan Nyeri Pada Klien Dengan Trapezius Myalgia Pada Pekerja Angkut Di Kecamatan Jelbuk Jember. The Indonesian Journal of Health Science.

Purwanto, B. (2014). Herbal dan Keperawatan Komplementer (Teori,Praktik,Hukum dalam Asuhan Keperawatan). Yogyakarta: Nuha Medika.

Rachmawati, M., Samara, D., & Purnamawati Tjhin, M. W. (2016). Nyeri musculoskeletal dan hubungannya dengan kemampuan fungsional fisik pada lanjut usia. Univ Med, 25(4), 179-86.

Ridho, A. A. (2015). Bekam Sinergi (Edisi Penyempurnaan). Solo: Aqwamedika.

Setyowati, Widjasena, B., & Jayanti, S. (2017). Hubungan Beban Kerja ,Postur Dan Durasi Jam Kerja Dengan Keluhan Nyeri Leher Pada Porter Di Pelabuhan Penyeberangan Ferry Merak-Banten. Jurnal Kesehatan Masyarakat (E-Journal), 5(5).

Sharaf, H. . (2012). Penyakit Dan Terapi Bekamnya Dasar-Dasar Ilmiah Terapi bekam. Surakarta: Tibbia.

Suwarsi, S. (2019). Intervensi Keperawatan Dalam Penurunan Kadar Kolesterol Darah Dan Tekanan Darah Pada Kelompok Lansia Yang Diberikan Cupping Therapy Di Desa Wedomartani Sleman. Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta, 6(1), 512-517.

Tana, L., Delima, & Sulistyowati, T. (2009). Hubungan Lama Kerja Dan Posisi Kerja Dengan Keluhan Otot Rangka Leher Dan Ekstremitas Atas Pada Pekerja Garmen Perempuan Di Jakarta Utara. Jurnal Kesehatan, 37(1), 12–22.

Tamsuri, Anas. (2012). Konsep dan Penatalaksanaan Nyeri. Jakarta: EGC.

Tan, & Rahardja, K. (2010). Obat-Obat Sederhana untuk Gangguan Sehari-hari. Jakarta: PT Gramedia.

Tarau, L., & Burst, M. (2011). Nyeri Kronis : Pedoman Terapi untuk Praktik Dokter. Jakarta: EGC.

Umai, A. R., Ragil, I. H., & Anita, D. P. . (2014). Hubungan Antara Karakteristik Responden dan Sikap Kerja Duduk Dengan Keluhan Nyeri Punggung Bawah (Low Back Pain) Pada Pekerja Batik Tulis. Pustaka Kesehatan, 2(1).

Wiarto, G. (2017). Tanggap Darurat Bencana Alam. Yogyakarta: Gosyen Publishing.

Widada, W. (2011). Terapi Bekam Sebagi Solusi Cerdas Mengatasi Radikal Bebas Akibat Rokok. Bandung: Lubuk Agung.




DOI: https://doi.org/10.35842/jkry.v6i3.395

Article Metrics

Abstract view : 0 View
PDF - 0 View

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.