Gambaran Karakteristik Luka Perineum Pada Ibu Post Partum Dengan Hidroterapi Sitz Bath

Bina Melvia Girsang, Nur Afi Darti, Roymond Simamora, Evi Indriani Karo

Abstract


Munculnya infeksi pada perineum dapat merambat pada saluran kandung kencing atau pun pada jalan lahir yang dapat berakibat pada munculnya komplikasi infeksi kandung kencing maupun infeksi pada jalan lahir. Infeksi tidak hanya menghambat proses penyembuhan luka tetapi dapat juga menyebabkan kerusakan pada jaringan sel penunjang, sehingga akan menambah ukuran dari luka itu sendiri, baik panjang ataupun kedalaman luka perineum. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai gambaran karakteristik luka perineum pada ibu postpartum di klinik Madina, Medan dengan hidroterapi sitz bath. Hidroterapi sitz bath diberikan pada ibu post partm sejumlah 20 orang dengan teknik purposive sampling. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif. yang dilakukan mulai bulan April sampai dengan bulan Juni 2019. Penilaian karakteristik luka dilakukan dengan menggunakan skala penilaian luka Southampton, yang telah diuji coba dengan koefisien korelasi Karl Pearson menghasilkan nilai r = 0,99, dengan relibilitas seluruh alat dihitung dengan menggunakan rumus spearman brown  0,99, dan dianggap sangat reliabel. Penilaian karakteristik luka perineum dilakukan dua kali sehari selama tiga hari, mencakup ekimosis, eritema, dan edema. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perubahan distribusi frekuensi dan nilai rerata karakteristik luka perineum secara signifikan pada hari ketiga. Rerata dan standar deviasi perubahan karakteristik luka ekimosis pada hari pertama (2,15±0,48) berubah pada hari ketiga (1,15±0,36), eritema (2,85±0,58) menjadi (1,45±0,51), dan edema (2,80±0,52) menjadi (1,80±0,69). Hidroterapi sitz bath dapat dijadikan sebagai intervensi dalam operasional prosedur perawatan luka perineum ibu post partum selama di ruang rawat dan di rumah.


Keywords


Hidroterapi; Luka Perineum; Postpartum; Sitz Bath

Full Text:

PDF

References


Bobak, Lowdwermilk, J. (2005). Buku Ajar Keperawatan Maternitas. Jakarta: EGC.

Henderson C, B. D. (2005). Perineal care: an in international issue. London: Cromwell Press.

Hidayat, A. . (2008). Metode Penelitian Keperawatan Dan Teknik Analisis Data. Jakarta: Salemba Medika.

Isti Chana Zuliyati. (2012). Perbedaan Lama Penyembuhan Luka Perineum Antara Penjahitan Jelujur Dan Terputus pada Ibu Nifas di BPS Umu Hani tahun 2012.

Jenny Geytenbeek. (2001). Evidence for Effective Hydrotherapy, 514–529.

Lumongga, N. dan P. (2010). Pengantar Psikologi untuk Kebidanan, edisi Pertama. Jakarta : Prenada Media.

Maryunani, A. (2009). Asuhan Pada Ibu Dalam Masa Nifas(Postpartum). Jakarta: Trans Info Media.

Moloku, F., & Sambeka, B. W. J. (2013). Hubungan Pengetahuan Tentang Perawatan Dengan Penyembuhan Luka Episiotomi Pada Ibu Post Partum di Ruangan Irina D Bawah RSUP Dr. R.D. Kandou Malalayang. Ejournal Keperawatan (E-Kp), 1(1).

Morisson, M. . (2004). Manajemen Luka. Jakarta: EGC.

Primadona, P. (2015). The Process of Healing Proliferation. PROFESI, 13(September), 1–5.

Ramler, D., & Roberts, J. (1986). Research and Studies A Comparison of Cold and Warm Sitz Baths for Relief of Postpartum, (December), 471–474.

Saifuddin. (2010). Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta: EGC.

Setyarini EA, Barus LS, D. A. (2013). Perbedaan alat ganti verband antara dressing set dan dressing trolley terhadap resiko infeksi nosokomial dalam perawatan luka post operasi. Jurnal Kesehatan STIKes Santo Borromeus, 1(1), 11–23.

Singer AJ, C. R. (1999). Cutaneous Wound Healing. N Engl J Med, 10(341), 738–46.

Sjamsuhidajat, R. & W. de J. (2000). Buku Ajar Ilmu Bedah (Revisi). Jakarta: EGC.

Susilawati, E., & Ilda, W. R. (2019). Efektifitas Kompres Hangat dan Kompres Dingin Terhadap Intensitas Nyeri Luka Perineum Pada Ibu Post Partum di BPM Siti Julaeha Pekanbaru. JOMIS (Journal Of Midwifery Science), 3(1), 7–14.

Sutawijaya, B. (2010). Bugar & fit dengan Terapi AIr. Berbagai Air Terapi Untuk Pencegahan dan Penyembuhan Super Alami. Yogyakarta: Media Baca.

Vardanjani, S. A. E., Shafai, F. S., Mohebi, P., Deyhimi, M., Delazar, A., Ghojazadeh, M., & Malekpour, P. (2012). Wound healing Benefits of Curcumin for Perineal Repair after Episiotomy: Results of an Iranian Randomized Controlled Trial. Life Science Journal, 9(4), 5536–5541.

Wahyu Pujiastuti1, D. K. H. (2014). Kadar Haemoglobin Rendah Menghambbat Penyembuhan Luka Perineum di Wilayah Kabupaten Magelang Tahun 2014 (pp. 1–15)




DOI: https://doi.org/10.35842/jkry.v6i3.388

Article Metrics

Abstract view : 0 View
PDF - 0 View

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.