Dukungan Pemerintah Daerah Kabupaten Semarang Terhadap Peningkatan Kinerja Puskesmas Bancak Terkait Penurunan Angka Kematian Bayi (AKB)

Delyn Viona Tomilanton, Sanfia Tesabela Messakh, Bagus Panuntun

Abstract


Pemerintah mempunyai tanggung jawab untuk mendukung kinerja puskesmas agar mencapai hasil yang optimal. Penurunan AKB merupakan salah satu aspek kesehatan yang terus menerus diupayakan. Data menunjukkan bahwa AKB tingkat Jawa Tengah belum mengalami penurunan yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana dukungan Pemerintah Daerah Kabupaten Semarang terhadap peningkatan kinerja puskesmas bancak terkait AKB. Penelitian yang dilaksanakan menggunakan metode kualitatif deskriptif, teknik pengambilan data dengan melakukan wawancara semi terstruktur untuk melihat dukungan pemerintah daerah kabupaten semarang dan penurunan AKB di puskesmas. Subjek penelitiannya adalah kepala puskesmas, bidan koordinator anak, dan bidan koordinator ibu. Lokasi penelitian yaitu di Puskesmas Bancak, Kabupaten Semarang. Hasil penelitian, ditemukan tiga tema yaitu: penyebab kematian bayi, upaya-upaya yang dilakukan puskesmas dalam menurunkan AKB, dan dukungan-dukungan yang diberikan kepada puskesmas untuk menurunkan AKB. Kesimpulan dari penelitian ini adalah upaya-upaya yang dilakukan untuk menurunkan AKB di Puskesmas Bancak yang disebabkan oleh kematian bayi prematur dilakukan dalam 12 program kerja yang sudah dijalankan dengan beberapa dukungan yang diberikan baik dari pemerintah daerah kabupaten semarang maupun dari dinas kesehatan kabupaten semarang dan Puskesmas Bancak sendiri dalam upaya menurunkan AKB.


Keywords


Dukungan Pemerintah; Peningkatan Kinerja; Angka Kematian Bayi

Full Text:

PDF

References


Ainy, A. (2012). Pelaksanaan Kebijakan Bantuan Operasional Kesehatan Di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Sumatera Selatan. Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia, 01(01), 07-12.

Amiruddin. (2007). Asupan Gizi Pada Ibu Hamil. Purwokerto. Jurnal Kebidanan, 08(01) 1-126.

Dinkes. (2011). Profil Kesehatan Provinsi Jawa Timur 2011. Jawa Timur.

Djaja., Sarimawar., Afifah., Tin., Sukroni., & Ahmad. (2007). Peran Faktor Sosio Ekonomi Dan Biologi Terhadap Kematian Neonatal. Kedokteran Indonesia. 57(8).

Esterberg., Kristin, G. (2002). Qualitative Methods in Social Research. New York. Mc. Graw Hill.

Gomez, J. F. C. (2001). Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta.

Gulliford., Martin., Jose, F. M., David, H., Barry, G., Roger, B., & Meryl, H. (2002). What Does “Access To Health Care” Mean ?. Journal of Health Services Research and Policy. 07(03).

Gunawan., Agung, N. (2010). Buletin Penelitian RSUD Dr Soetomo. Fakultas Kedokteran UNAIR. Surabaya. 12(04), 161-165.

Ingan, U. T., Tin, A., Demsa, S. (2017). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pelayanan Bayi Di Indonesia: Pendekatan Analisis Multilevel. Bengkulu. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 8(1), 103-118.

Kemenkes RI. (2014). Upaya Kesehatan Anak. Jakarta. Biro Hukor Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan. No. 25.

Koniyo, M. A., Hakim, B. H., & Arsin, A. A. (2012). Determinan Kejadian Kelahiran Bayi Prematur di Rumah Sakit Umum Daerah Prof. Dr. H. Aloei Saboe Kota Gorontalo. Gorontalo. Jurusan Keperawatan Poltekes Kemenkes Gorontalo.

Krisnaldi. (2009). Persalinan Prematur. Jakarta: EGC.

Meihartati, T. (2016). Hubungan Kehamilan Usia Dini Dengan Kejadian Persalinan Prematur Di Ruang Bersalin Rumah Sakit Ibu dan Anak Paradise. 02, 66-70.

Mosley, W. H., Chen, L. C. (1984). An Analytical Framework For The Study Of Child Survival In Developing Countries. 10(01), 25-45.

Niniek, L. P., Basuki, H. (2016). Prevalensi Rasio Pelayanan Kesehatan Maternal Dan Ketersediaan Fasilitas Kesehatan Di Era Jkn/Kis Di Indonesia. Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia. 05, 42-52.

Nora, E. P. (2014). Efektivitas Penerapan Jaminan Kesehatan Nasional Melalui BPJS Dalam Pelayanan Kesehatan Masyarakat Miskin Di Kota Padang. Universitas Negeri Padang, 10(02).

Pelangi, B., Anindhita, F., Susant, L. R. (2015). Efektivitas Jaminan Kesehatan Nasional untuk Menurunkan Angka Kematian Ibu. Jakarta. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 8(01), 103-118.

Permenkes RI. (2014). Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). Jakarta.

Permenkes RI. (2016). Standar Minimal Bidang Kesehatan. Jakarta.

Permenkes RI. (2017). Petunjuk Operasional Penggunaan DAK (dana alokasi khusus) Fisik Bidang Kesehatan Tahun Anggaran 2017. Jakarta.

Pratiwi, N. L., Yunita, F, Yudi., Syaiful. (2012). Buku Seri Etnografi Kesehatan Ibu dan Anak, Etnik Gayo Desa Tertinggi Kecamatan Blang Pegayon Kabupaten Gayo Lues Provinsi Nangroe Ace Darusalam. Surabaya.

Profil Kesehatan Kabupaten Semarang. (2015). Angka Kematian Bayi (AKB). Jakarta.

Profil Kesehatan Provinsi Jateng. (2015). Angka Kematian Bayi (AKB). Jakarta.

Richard, E., Behrman., & Adrienne Stith Butler. (2007). Preterm Birth: Causes, Consequences, And Prevention. Board on Health Sciences Policy, Washington DC: National Academic Press.

Riskesdas. (2007). Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Departemen Kesehatan, Republik Indonesia. Jakarta.

Rochjati, P. (2003). Skrining Antenatal Pada Ibu Hamil. Surabaya. FK UNAIR.

Royston, E., Armstrong, S. (1989). Preventing Maternal Death. Geneva, Switzerland. World Health Organization.

Rukiyah., Yulianti. (2010). Asuhan Kebidanan (patologi Kebidanan). Jakarta. Trans Info Media.

Saifuddin, A .B. (2006). Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta. YBP-SP.

Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D). Bandung. Penerbit CV. Alfabeta.

Yuniarti., Sri. (2015). Asuhan Tumbuh Kembang Neonatus Bayi, Balita dan Anak Pra-Sekolah. Bandung. Refika Aditama.




DOI: https://doi.org/10.35842/jkry.v6i2.315

Article Metrics

Abstract view : 0 View
PDF - 0 View

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.