Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Tingkat Depresi Pada Penderita Kusta Di Ruang Rawat Jalan Rumah Sakit Kusta Sumberglagah Kabupaten Mojokerto

Rina Nur Hidayati, Ifa Roifah, Nur Wahyuni, Thomas Aquino Erjinyuare Amigo

Abstract


Kusta merupakan salah satu penyakit menular yang sampai saat ini masih menimbulkan masalah yang sangat kompleks. Masalah yang dihadapi pada penderita bukan hanya dari segi fisik saja, tetapi juga masalah psikososial yaitu depresi. Keluarga merupakan sumber koping terdekat, sehingga dukungan yang diberikan akan sangat berarti bagi penderita kusta. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dan tingkat depresi pada penderita kusta di Ruang Rawat Jalan Rumah Sakit Kusta Sumberglagah Kabupaten Mojokerto. Desain penelitian analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi penderita kusta yang mengalami cacat tingkat II.Sampel yang diambil dengan teknik consecutive sampling sebanyak 54 responden.Data dikumpulkan dengan menggunakan lembar kuesioner dukungan keluarga dan depresi ZSDS (Zung Self-Rating Depression Scale).Hasil penelitian menunjukkan responden yang mendapat dukungan keluarga baik sebanyak 32 responden (59.3%) dan tidak mengalami depresi sebanyak 30 responden(55.6%). Berdasarkan hasil uji Spearman Rho bahwa ada hubungan dukungan keluarga dengan tingkat depresi penderita kusta (Pv 0,000 < 0,05). Dukungan keluarga dapat menurunkan tingkat depresi penderita kusta.Keluarga hendaknyamemberikan perhatian, menghargai dan mendengarkan keluhan penderita kusta, serta mengantar penderita kusta dalam memeriksakan kesehatannya.


Keywords


Dukungan Keluarga; Depresi; Kusta

Full Text:

PDF

References


Brakel, V., & Kaur. (2002). Dehabilitation Of Leprosy Affected People A Study On Leprosy Affected Beggars.

Danesh, & Landeen. (2007). Relation Between Depression and Sosiodemographic Factors.

Depkes. (2012). Buku Pedoman Nasional Pemberantasan Penyakit Kusta. Jakarta.

Dinkes. (2013). Profil Kesehatan Provinsi Jawa Timur Tahun 2012. Dinkes Provinsi Jawa Timur. Surabaya.

Fajar, N. . (2010). Dampak Psikososial Penderita Kusta Dalam Proses Penyembuhan.

Friedman, M. M. (2010). Buku Ajar Keperawatan Keluarga. Jakarta: EGC.

Jason, S. R. (1996). Social Support as a Mediator in the Relation Between Fungtional Status and Quality of Life in Older Adult. Phychology and Aging (vol. 11, no).

Kemenkes, R. (2012). Buku Pedoman Penghapusan Stigma & Diskriminasi Bagi Pengelola Program, Petugas Layanan Kesehatan Dan Kader. Direktorat Pengendalian Penyakit Menular Langsung.

Mongi, R. (2012). Gambaran Persepsi Penderita Tentang Penyakit Kusta Dan Dukungan Keluarga Pada Penderita Kusta Di Kota Manado.

Kaplan. S. (2010). Sinopsis Psikiatry:Ilmu Pengetahuan Perilaku Psikiatri Klinis. Jakarta: Binarupa Aksara.

Sarafino. (1998). Health Psychology: Biopsychososial interaction. New York: John Wilky and sons Inc.

Setiadi. (2008). Konsep dan Proses Keperawatan Keluarga. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Tsutsumi. (2003). Depresive Status Of Leprosy Patients In Bangladesh:Association With Self-Perception Of Stigma.

Videbeck, S. (2008). Buku Ajar Keperawatan Jiwa. Jakarta: EGC.

WHO. (2015). Depression. WHO.

Zulkifli. (n.d.). Penyakit Kusta Dan Masalah Yang Ditimbulkannya. Dipublikasikan oleh USU Digital Library. In 2003.




DOI: https://doi.org/10.35842/jkry.v6i2.311

Article Metrics

Abstract view : 0 View
PDF - 0 View

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.



Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta

Kampus 2 Universitas Respati Yogyakarta
Jalan Raya Tajem KM.1,5, Maguwoharjo, Depok, Kenayan, Wedomartani
Kec. Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55282
Email: jk_respati_jogja@respati.ac.id


p-ISSN: 2088-8872 | e-ISSN: 2541-2728


This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License



 Indexed by:

  



View my stats