Pengaruh Terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) Terhadap Motivasi Berhenti Merokok Pada Remaja

Anafrin Yugistyowati, Rahmawati Rahmawati

Abstract


Merokok merupakan salah satu kebiasaan yang dilakukan oleh sebagian besar masyarakat termasuk remaja. Data terbaru Global Youth Tobacco Survey (GYTS) 2014, 18,3 % pelajar Indonesia memiliki kebiasaan merokok. Bahaya merokok, ekonomi, dukungan keluarga dan larangan merokok menjadi faktor yang menyebabkan 70% perokok ingin berhenti merokok. Berhenti merokok dipengaruhi niat dan motivasi, motivasi berhenti merokok dapat dipengaruhi emosi positif dan pikiran yang tenang dalam diri seseorang, terapi SEFT dapat membentuk keadaan antisipatif dan preventif remaja terhadap rokok. Penelitian ini bertujuan mengetahui apakah ada pengaruh terapi SEFT terhadap motivasi berhenti merokok terhadap remaja di Dusun Semampir Sedayu 2 Bantul Yogyakarta. Rancangan penelitian menggunakan Pra Eksperimen dengan  pendekatan One Group Pre Test Post Test tanpa kelompok pembanding dengan sampel berjumlah 23 remaja yang merokok di Dusun Semampir Sedayu 2 Yogyakarta. Analisis data menggunakan uji wilcoxon. Penelitian ini menunjukan sebagian besar responden berusia 18 tahun (26,1%) dan semua responden berjenis kelamin laki-laki (100%), Pre Test menunjukan sebagian responden memiliki motivasi sedang (47,8%) dan Post Test menunjukan sebagian besar responden memiliki motivasi tinggi (69,6%). Penelitian ini juga menunjukan terdapat pengaruh signifikan terapi SEFT terhadap motivasi berhenti merokok pada remaja di Dusun Semampir Sedayu 2, Bantul, Yogyakarta didapatkan P value 0,005 (p>0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah terapi SEFT dapat meningkatkan motivasi berhenti merokok pada remaja di Dusun Semampir Sedayu 2, Bantul, Yogyakarta.


Keywords


Merokok; Motivasi; Remaja; SEFT

Full Text:

PDF

References


Ardita H. (2015). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Motivasi Berhenti Merokok. Naskah Publikasi. Yogyakarta: Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Dhumal GG, Pednekar MS, Gupta PC, Sansone G, Quah ACK, Travers MB, et al. (2014) ‘Quit history, intentions to quit and reasons for considering quitting among tobacco users in India: Findings from the wave 1 TCP India survey’, pp. 39-45.

Haryanto T. (2016). Hubungan Persepsi Perokok Aktif Tentang Perokok Pasif dengan Motivasi Berhenti Merokok di Dusun Brajan Kasihan Bantul Yogyakarta. Skripsi. Yogyakarta: Universitas Alma Ata Yogyakarta.

Janah MR. (2014) ‘Pengaruh Pelatihan Kontrol Diri Dengan Menggunakan Metode Tehnik Gerakan Mengontrol Perilaku Merokok (TGMPM) Untuk Mengurangi Perilaku Merokok Pada Siswa SMK Harapan Kartasura’, pp. 79-100.

Kementrian Kesehatan R.I. (2014) . Laporan Riset Kesehatan Dasar 2013. Jakarta.

Kumalasari I. (2014). Faktor-Faktor yang Memengaruhi Intensi Berhenti Merokok Pada Santri Putra Di Kabupaten Kudus. Tesis. Bandung: Universitas Padjadjaran Bandung.

Kumboyono. (2011) ‘Analisis Faktor Penghambat Motivasi Berhenti Merokok Berdasarkan Health Belief Model Pada Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Malang’, pp. 1-8.

Mustaqim A dan Rahman A. (2016). Ruqyah Asy-Syar’iyyah. Jakarta: Shahih.

Notoatmodjo S. (2014). Ilmu Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 109 (2012). Indonesia: Presiden R.I

Ridwan ES dan Nurwanti E. (2014) ‘Gaya Hidup Dan Hipertensi Pada Lanjut Usia di Kecamatan Kasihan Bantul Yogyakarta’, pp. 67-70.

Sarwono SW. (2015). Psikologi Remaja. Jakarta: Rajawali Pers.

Siagian S P. (2012). Teori Motivasi dan Aplikasinya. Jakarta: Rineka Cipta.

Sulifan Y. (2014) ‘Efektifitas Terapi SEFT (Spiritual Emotional Freedom Technique) untuk Mengurangi Perilaku Merokok Remaja Madya’, pp. 86-95.

Triastera I. (2009). Fenomena Konsumen Rokok Era Baru: Perilaku Merokok Terhadap Citra Simbolisme Personal. Skripsi. Yogyakarta: Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

Widiansyah M. (2014) ‘Faktor-Faktor Penyebab Perilaku Remaja Perokok di Desa Sidorejo Kabupaten Penajam Paser Utara’, pp. 1-12.

World Health Organization. Fast Facts. 2014A. Tersedia dalam: https://www.cdc.gov/tobacco/data_statistics/fact_sheets/fast_facts/ [diakses pada 2 Februari 2017].

World Health Organization. Global Youth Tobacco Survey: Indonesia 2014B. New Delhi: WHO-SEARO; 2015.

World Health Organization. Health Effect of Cigarette Smoking. 2014C. Tersedia dalam: https://www.cdc.gov/tobacco/data_statistics/fact_sheets/health_effects/effects_cig_smoking/index.htm [diakses pada 21 Januari 2017].




DOI: https://doi.org/10.35842/jkry.v5i0.284

Article Metrics

Abstract view : 0 View
PDF - 0 View

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.