Peningkatan Pengetahuan Lansia Mengenai Osteoporosis Melalui Pemberian Pendidikan Kesehatan Dengan Media Audio Visul Di Desa Karangbendo Bantul Yogyakarta

Fajarina Lathu Asmarani

Abstract


Kejadian osteoporosis pada lansia dapat dicegah melalui perilaku hidup sehat. Perilaku hidup sehat didukung oleh pengetahuan. Salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan lansia adalah melalui penyuluhan kesehatan audio-visual. Kelebihan pendidikan kesehatan audio visual adalah membuat cara  berkomunikasi menjadi efektif, terjangkau, dan materi menarik perhatian serta mudah untuk dipahami. Hal ini akan lebih memudahkan pemberian informasi kepeda lansia mengingat lansia mengalami penurun pada kognitif, penglihatan dan pendengaran. Di Desa Karangbendo selama ini belum pernah dilakukan penyuluhan kepada lansia dengan topik osteoporosis. Tujuan penelitian ini untuk membuktikan secara ilmiah peningkatan pengetahuan lansia mengenai osteoporosis melalui pemberian pendidikan kesehatan dengan media audio visul di desa karangbendo bantul Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalah  quasi experimental dengan rancangan one group pre and posttest. Total sampling dengan 42 lansia. Analisa data menggunakan paired sample t-test. Membandingkan pengetahuan lansia menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah diberikan satu kali pendidikan kesehatan audiovisual. Hasil Penelitian menunjukkan rerata pengetahuan sebelum diberikan pendidikan kesehatan sebesar 65.60 dan sesudah diberikan pendidikan menjadi 74.17 dengan nilai signifikasi 0.001 (P<0.05). Kesimpulannya ada peningkatan pengetahuan lansia mengenai osteoporosis melalui pemberian pendidikan kesehatan dengan media audio visul di desa karangbendo bantul yogyakarta.


Keywords


Audiovisual; Lansia; Osteoporosis; Pendidikan Kesehatan

Full Text:

PDF

References


Arsyad, Azhar. (2011). Media Pembelajaran. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Darmojo, B. R. (2011). Buku Ajar Geriatic (Ilmu Kesehatan Lanjut Usia). Edisi Ke–4. Jakarta : Balai Penerbit FKUI

Fuadbahsin. (2008). Tinjauan Umum Pengetahuan. Diakses dari http://clickgtg.com/2008/12/kniwledge-apa-ukurannya.htm. Tanggal 15 Agustus 2018

Istiany, Ari., Rusilanti. (2013). Gizi Terapan. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.

Komisi Nasional Lanjut Usia. (2013). Profil Penduduk Lanjut Usia 2012. Jakarta: Komnas Nasional Lanjut Usia.

Kuntjoro. Z.S. (2002). Dukungan Sosial Pada Lansia. Online.. Diakses pada :www.epsikologi.com./usia/160802.htm. (Diakses pada : 5 Mei 2014).

Machfoedz, M. (2010). Komunikasi Pemasaran Modern. Cetakan Pertama. Yogyakarta: Cakra Ilmu.

Notoatmodjo, S. (2010). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Kemenkes RI. (2014). Profil Kesehatan I Indonesia Tahun 2013. (2014). Jakarta: Kemenkes RI

Handoko, Sapto. (2009). Efektifitas Pemanfaatan Media Audio-Visual Sebagai Alternatif Optimalisasi Metode Pembelajaran. Jurnal Edukaasi Elektro,5(1), 1-10.

Setiyaji, F., Wiyani, C., & Suwarsi, S. (2017). Pengaruh Pendidikan Kesehatan Melalui Media Video Terhadap Pengetahuan Bahaya Napza Pada Remaja Kelas X Man Maguwoharjo Yogyakarta. Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta, 4(2), 212-216.

Soetjiningsih. (2014). Tumbuh Kembang Anak. Jakarta: EGC

Stanley, M. & Beare, P.G. (2006). Buku Ajar Keperawatan Gerontik. Jakarta: EGC.




DOI: https://doi.org/10.35842/jkry.v6i1.261

Article Metrics

Abstract view : 0 View
PDF - 0 View

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.