Pengaruh Pelaksanaan Relaksasi Otot Progresif Terhadap Kualitas Tidur Pada Lansia Hipertensi Di Puskesmas Tumpang Kecamatan Talun Kabupaten Blitar

Widyasih Sunaringtyas, Dina Zakiyyatul Fuadah, Lendra Kusdiantoro

Abstract


Tidur merupakan kebutuhan dasar manusia yang bersifat fisiologis. Tidur yang kurang berkualitas pada pasien hipertensi mempengaruhi ketegangan fisiknya sehingga dapat meningkatkan tekanan darahnya. Maka dari itu, diperlukan penatalaksanaan untuk mengatasi, salah satu tindakan non farmakologis  tersebuat adalah Relaksasi Otot Progresif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pelaksanaan Relaksasi Otot Progresif terhadap kualitas tidur. Penelitian ini menggunakan desain pra eksperimental dengan  pendekatan one-group Pretest-posttest, terdiri dari 20 sampel menggunakan tehnik Purphosive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan observasi dan selanjutnya dianalisa menggunakan uji statistic wilcoxon sign rank test. Hasil penelitian sebelum dilakukan relaksasi otot progressif di dapatkan data sebagian besar (60%) mengalami kualitas tidur buruk dan sesudah melakukan Relaksasi Otot Progresif hampir seluruhnya (85%) mengalami kualitas tidur baik. Hasil uji statistik didapatkan P-value=0,0001<α=0,05, Mean 10.50 berarti ada pengaruh pelaksanaan Relaksasi Otot Progresif terhadap kualitas tidur pada pasien hipertensi lansia. Kualitas tidur buruk pada pasien hipertensi dapat terjadi karena gejala yang ditimbulkan oleh hipertensi yaitu pusing, nyeri di leher belakang, sukar tidur. Hal tersebut dapat membuat penderita sulit untuk memulai tidur malam. Oleh sebab itu dianjurkan untuk melakukan Relaksasi Otot Progresif secara rutin.


Keywords


Lansia, Hipertensi, Kualitas tidur, Relaksasi Otot Progresif.

Full Text:

PDF

References


Arikunto, S. (2010). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek,.Jakarta:Rineka Cipta.

Anggraini, D.A, dkk. (2009). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Hipertensi pada Pasien yang Berobat di Poliklinik Dewasa Puskesmas Bangkinang Periode Januari Sampai Juni 2008. http://yayanakhyar.files.wordpress.com/2009/02/files-of-drsmed-faktor-yang-berhubungan-dengan-kejadian-hipertensi.pdf. Diakses pada tanggal 2 Oktober 2015

Ariani, Tutu. A.(2012). Sistem Neurobehaviour. Salemba Medika: Jakart

Buysse, D, J., et al. (1989). Thepittsburgh Sleep Quality Index (PSQI): A New Instrumen For Sleep Pattern.

Corwin, E.J 2006. Buku Saku Patofisiologi,Jakarta:EGC

Creswell, J.W (2010) Research design: Qualitative and quantitative approaches.

Third edition. California: SAGE Publication.

Davison (2010). Insomnia-Information for Geriatry,Helping Patients with Insomnia.Available from:http://www.oralcancerfoundation.org.Accessed january2017

Hidayat ( 2008). Metode Penelitian Keperawatan dan Teknik Analisis Data. Jakarta: Salemba Medika

Junaidy, Iskandar (2010). Hipertensi Pengenalan, Pencegahan, dan Pengobatan. Jakarta: PT Bhuana Ilmu Populer.

Kartikasari AN.(2012). Faktor Resiko Hipertensi Pada Masyarakat Di Desa Kabongan Kidul Kabupaten Rembang

Notoatmodjo (2010). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: PT. Rineka Cipta

Nursalam (2013). Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.

Potter and Perry (2005). Fundamentals of Nursing: concept, proces, and practice. 4/E (Terj. Yasmin Asih, et al). Jakarta: EGC.

Prasetyo, Bambang dan Jannah.(2010). Metode Penelitian Kuantitatif: Teori dan Aplikasi. Jakarta: Rajawali Pers.

Rahajeng, E dan Tuminah (2009). Prevalensi Hipertensi dan Determinannya di Indonesia. Jakarta: Pusat Penelitian Biomedis dan Farmasi Badan Penelitian Kesehatan Departemen Kesehatan RI Jakarta.

Ramdhani N.& Putra A A. (2008). Pengembangan Multimedia Relaksasi , Yogyakarta: Bagian Psikologi Klinis Fakultas Psikologi UGM .

Santoso, Singgih (2002). LATIHAN SPSS Statistik Parametrik, Jakarta: PT. Alex Media Komputindo.

Smeltzer.& Bare (2006). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner Suddarth. Volume 2 Edisi 8. Jakarta: EGC

Sunaringtyas W. dkk.(2017). Pengaruh Terapi Musik Suara Air Mengalir Dengan Brainwave Terhadap Penurunan Insomnia pada Lansia Di Wilayah POSYANDU “Sedap Malam” Pare Kediri, jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta.4(1),januari 2017,76-79.




DOI: https://doi.org/10.35842/jkry.v5i3.258

Article Metrics

Abstract view : 0 View
PDF - 0 View

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.