Perilaku Seksual Remaja Dan Pengukurannya Dengan Kuesioner

Muflih Muflih, Endang Nurul Syafitri

Abstract


Pada umumnya bahasa seksual mengacu pada aktivitas seksual manusia terhadap dirinya atau orang lain. Aktivitas seksual secara umum oleh dilakukan remaja dalam berpacaran diantaranya adalah bersentuhan, berciuman, bercumbu, berhubungan intim, dan masturbasi. Perilaku seksual remaja berdampak pada masalah kesehatan seperti: kehamilan yang tidak diinginkan, penyakit infeksi menular, kematian ibu & balita, dan aborsi. Perilaku seksual remaja pada artikel ini diuraikan berdasarkan domain perilaku menurut Benyamin Bloom yang didominasi domain tindakan/aktivitas seksual. Jika dilihat dari dampak kesehatannya, maka kategorisasi tingakatan perilaku seksual terdiri dari tidak berisiko dan berisiko. Adapun kategori berisiko dapat dibagi menjadi kurang aman dan tidak aman. Pengukuran perilaku seksual remaja dapat dilakukan menggunakan kuesioner, namun tetap perlu dilakukan uji validitas lebih lanjut untuk memperkuat dan memastikan bahwa kuesioner dapat digunakan dengan baik.


Keywords


Pengetahuan; Sikap; Tindakan, Seksual; Remaja

Full Text:

PDF

References


Bedworth, D.A., & Bedworth, A.E. (2010). The dictionary of health education. New York: Oxford University Press, Inc.

BKKBN. (2010). Usia perkawinan & hak-hak reproduksi bagi remaja indonesia. Jakarta: Direktorat Remaja dan Perlindungan Hak-hak Reproduksi.

BPS & Macro International. (2007). Survei Kesehatan Reproduksi Remaja Indonesia 2007, Calverton, Maryland, USA : BPS & Macro International.

CancerHelps. (2013). Penyebab kanker serviks. http://www.cancerhelps.co.id/Kanker-Servik/penyebab-kanker-servik.htm, diperoleh 28 Februari, 2013, pukul 21:37 WIB.

CDC. (2009). Morbidity and mortality weekly report. USA : Departement of Health and Human Services, Center for Disease Control and Provention.

CDC. (2013). Sexual risk behavior: hiv, std, & teen pregnancy prevention. http://www.cdc.gov/HealthyYouth/sexualbehaviors, diperoleh 27 Februari, 2013.

Dewi, A.P., Sahar, J., Gayatri. D. (2012). Hubungan karasteristik remaja, peran teman sebaya dan paparan pornografi dengan perilaku seksual remaja di kelurahan Pasir Gunung Selatan Depok. Tesis. Universitas Indonesia, Depok-- Indonesia.

Dewi, R.E. (2012). Smartphone picu pergaulan bebas remaja?. http://jogja.tribunnews.com/2012/10/31/smartphone-picu-pergaulan-bebas-remaja, diperoleh 17 Februari, 2013, pukul 10:52 WIB.

Imron, A. (2012). Pendidikan kesehatan reproduksi remaja: peer edukator & efektivitas program PIK-KRR di sekolah. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.

Lesmana, J.M. (2008). Dasar-dasar konseling. Jakarta: UI-Press.

McMurray, A. (2003). Community Helath And Wellness; A Socioecological Approach. 2nd ed. Australia: Harcourt, Mosby

Muflih, M. Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Berhubungan Dengan Kepercayaan Diri Remaja Untuk Menghindari Seks Bebas. Jurnal Keperawatan, 5(1).

Muflih, M., & Erwanto, R. (2017). Uji Kelayakan Pengukuran Perilaku Seksual Remaja Dengan Menggunakan Alat Ukur Kuesioner. Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta, 4(1), 95-99.

Muflih, M., & Setiawan, D. I. (2017). Pengaruh Konseling Short Message Service (SMS) Gateway terhadap Self Efficacy Menghindari Seks Bebas dan HIV/AIDS Remaja. Jurnal Keperawatan Padjadjaran, 5(1).

Notoatmodjo, S. (2007). Promosi kesehatan dan ilmu perilaku. Jakarta: PT. Rineke Cipta.

Papalia, D.E., Old, S.W., & Feldman, R.D. (2011). Human development (psikologi perkembangan). (Edisi Ke-9). Jakarta: Kencana.

Riskesdas. (2007). Riset kesehatan dasar 2010. Jakarta: Badan Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan Kementrian Kesehatan RI.

Santrock, J.W. (2007). Adolesence (Remaja). (Edisi ke-11). Terjemahan oleh Soedjarwo. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Sarwono, S.W. (2006). Seksualitas & fertilitas remaja. Jakarta: CV Rajawali.

Satroasmoro, S., & Ismael, S. (2010). Dasar-dasar metodologi penenlitian klinis. (Edisi Ke-3). Jakarta: Agung Seto.

Suryoputro, A., Ford, N.J., & Shaluhiyah, Z. (2006). Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku seksual remaja di Jawa Tengah: implikasinya terhadap kebijakan dan layanan kesehatan seksual dan reproduksi. Makara, Kesehatan., Vol. 10, No. 1, Juni 2006: 29-40.

Turchik, J.A., & Garske, J.P. (2008). Measurement of sexual risk taking among college students. Arch Sex Behav. DOI 10.1007/s10508-008-9388-z. Springer Science+Business Media, LLC.

Wardhani, A.K. (2010). Astaga! 800 ribu remaja lakukan aborsi. http://www.tribunnews.com/2010/12/01/astaga-800-ribu-remaja-lakukan-aborsi, diperoleh 28 Februari, 2013, Pukul 21:55 WIB.

WHO. (2006). Defining sexual health: report of a technical consultation on sexual health 28-31 January 2002, Genewa. Genewa: WHO Press.

Widoyoko, S.E.P.. (2012). Teknik penysunan instrumen penelitian. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.




DOI: https://doi.org/10.35842/jkry.v5i3.255

Article Metrics

Abstract view : 0 View
PDF - 0 View

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.