Perbedaan Keefektifan Pendidikan Kesehatan Metode Ceramah Dengan Leaflet Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Perawatan Kaki Diabetik Di Puskesmas Ngaglik I Sleman Yogyakarta

Santi Damayanti

Abstract


Terjadinya ulkus diabetik diawali dengan kurangnya pasien melakukan pemeriksaan dan perawatan kaki. Saat ini di puskesmas Ngaglik I belum pernah memberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan kaki, dan tidak semua pasien DM mengikuti pendidikan kesehatan dengan metode ceramah sehingga mendapatkan leaflet. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan kefektifan pendidikan kesehatan metode ceramah dengan leafet terhadap pengetahuan dan sikap perawatan kaki diabetik. Jenis penelitian ini adalah Pretest-Posttest Non-Equivalent Control Group Design. Jumlah sampel penelitian  responden terdiri dari 16 responden kelompok intervensi  dan 16 orang kelompok kontrol. Teknik pengambilan sampel yaitu consecutive sampling. Nilai rata-rata pengetahuan kelompok intervensi pretest adalah 4,33, dan posttest adalah 7,22 dengan p value 0,106. Rata-rata sikap pre dan post perawatan kaki diabetik pada kelompok intervensi adalah 46,06 dan 55,44. Nilai rata-rata pengetahuan posttest kelompok intervensi 18,31, sedangkan pada kelompok kontrol diperoleh nilai rata-rata posttest 14,69 dengan p value 0,263. Hasil uji sikap pre dan post perawatan kaki diabetik pada kelompok intervensi adalah p value 0,000 dan hasil uji sikap pre dan post perawatan kaki diabetik pada kelompok kontrol adalah p value 0,876. Hasil uji sikap post dan post perawatan kaki diabetik untuk kelompok intervensi dan kelompok kontrol adalah p value 0,000. Ada perbedaan pendidikan kesehatan dengan metode ceramah dengan metode leaflet terhadap pengetahuan dan sikap perawatan kaki diabetik pada pasien DM.


Keywords


Pendidikan Kesehatan; Pengetahuan,Sikap; Perawatan Kaki Diabetik

Full Text:

PDF

References


Clemen-Stone, S., McGuire, S. L., & Eigsti, D. G. (2002). Comprehensive Community Health Nursing: Family. Aggregate and Community Practice, 6th ed., Mosby, St Louis, MO.

Fan, L., & Sidani, S. (2009). Effectiveness of diabetes self-management education intervention elements: a meta-analysis. Canadian Journal of Diabetes, 33(1), 18-26.

Funnell et.al., (2008) Tang, T. S., Brown, M. B., Funnell, M. M., & Anderson, R. M. (2008). Social support, quality of life, and self-care behaviors among African Americans with type 2 diabetes. The Diabetes Educator, 34(2), 266-276.

McGowan, P. (2011). The efficacy of diabetes patient education and self-management education in type 2 diabetes. Canadian Journal of Diabetes, 35(1), 46-53.

Miller, A, C. (2012).Nursing for Wellness in Olders Adult.Edisi 6. Philadelphia. Lippincott Williams & Wilkins (Mubarak, et al. 2007)

Mubarak, W. I., Chayatin, N., & Rozikin, K. (2007). Promosi kesehatan sebuah pengantar proses belajar mengajar dalam pendidikan. Yogyakarta: Graha Ilmu, 30.

Niven, K. J. (2002). A review of the application of health economics to health and safety in healthcare. Health Policy, 61(3), 291-304.

Notoatmodjo, S. (2011). Kesehatan Masyarakat: Ilmu & Seni. Jakarta: Rineka Cipta.

Perkumpulan Endokrinologi Indonesia.(2011). Konsensus Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Mellitus Tipe 2 di Indonesia.http://pbperkeni.or.id/doc/konsensus.pdf

Smeltzer, C, S., Bare, G, B., Hinkle, L, J., & Cheever, H, K. (2010). Brunner &Suddarth’s Textbook of Medical-Surgical Nursing. Twelfth edition.WoltersKluwer Health│Lipponcott Williams & Wilkins.

Walgito, B. (2003). Psikologi Sosial.Yogyakarta: Andi Offset.




DOI: https://doi.org/10.35842/jkry.v5i1.180

Article Metrics

Abstract view : 0 View
PDF - 0 View

Refbacks

  • There are currently no refbacks.