Hubungan Tahapan Mobilisasi Dini Ibu Dengan Waktu Inisiasi Pemberian Asi Pada Bayi Baru Lahir Secara Seksio Sesar Di RSUD Panembahan Senopati Bantul Yogyakarta

Hanani Ria Noven, Ni Ketut Mendri, Venny Vidayanti

Abstract


Ibu paska seksio sesar akan merasa sulit untuk melakukan mobilisasi dini karena ibu masih merasakan nyeri saat bergerak. Selain hambatan mobilisasi dini, sebagian besar ibu paska seksio sesar akan mengalami hambatan dalam pemberian ASI karena di akibatkan oleh rahim ibu yang sering berkontraksi karena masih dalam proses pemulihan atau proses kembalinya rahim ibu ke bentuk semula, sulit untuk menyusui juga dikarenakan akibat rasa nyeri yang muncul dari jahitan paska operasi sesar. Keterlambatan produksi ASI dipengaruhi oleh perasaan nyeri yang dirasakan di area sekitar jahitan paska operasi, kelemahan, dan mengalami hambatan mobilisasi pada ibu paska seksio sesar. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan tahapan mobilisasi dini ibu dengan waktu inisiasi pemberian ASI pada bayi baru lahir secara seksio sesar di RSUD Panembahan Senopati Bantul Yogyakarta. Penelitian dilaksanakan di ruang Alamanda tiga di RSUD Panembahan Senopati Bantul Yogyakarta pada tanggal 20 Mei 2016. Penelitian menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian Cross sectional. Jumlah sampel pada penelitian adalah 48. Teknik sampel yang di gunakan adalah Consecutive sampling. Uji bivariat yang di gunakan adalah Chi-square dan instrument peneliti menggunakan lembar wawancara. Hasil analisa menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kepercayaan 95%, diketahui P value 0.010. Hasil analisa tahapan mobilisasi dini dengan kategori cepat yaitu 58,3% dan waktu inisiasi pemberian ASI dengan kategori cepat yaitu 52,1%. Ada hubungan tahapan mobilisasi dini ibu dengan waktu inisiasi pemberian ASI pada bayi baru lahir secara seksio sesar di RSUD Panembahan Senopati Bantul Yogyakarta.


Keywords


Tahapan Mobilisasi Dini; Waktu Inisiasi Pemberian ASI; Seksio Sesar.

Full Text:

PDF

References


Angriani Sri, dkk. (2014). Internet. Hubungan Mobilisasi Dini Terhadap Penyembuhan Luka Post OP Sectio Caesarea Di RSUD Salewangan Maros.http://scholar.google.co.id/scholar?start=10&q=hambatan+mobilisasi+pada+pasien+post+sectio+caesarea&hl=id&as_sdt=0,5. Di akses pada tanggal 3 januari 2016

Bobak, LJ .(2005). Buku Ajar Keperawatan Maternitas. Edisi 4. Jakarta : EGC

Fauziah. (2009). Internet. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Waktu Menyusui Pertama Kali Bayi Baru Lahir Dengan Seksio Sesar. http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/27093/4/Chapter%20II.pdf. Diakses pada tanggal 07 Februari 2016

Kasdu, D. 2007.Operasi Caesar Masalah dan Solusinya. Jakarta: Puspa Sehat.

Netty. I. (2012). Internet. Hubungan Mobilisasi Dini Dengan Penyembuhan Luka Post Operasi Seksio Sesar Di Ruang Rawat Gabung Kebidanan RSUD H. Abdul Manap Kota Jambi Tahun 2012.http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:http://online-journal.unja.ac.id/index.php/sains/article/viewFile/2026/1372. Diakses pada tanggal 14 Agustus 2016

Notoatmodjo, S (2012) Metodologi Penelitian Kesehatan. Penerbit PT Rineka Cipta, Jakarta

Nursalam. (2013). Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan: pendekatan praktis Edisi 3. Jakarta: Salemba Medika

Potter dan Perry. (2005). Fundamental Keperawatan : Konsep, Proses dan Praktek. Jakarta: EGC.

Padila (2015) Asuhan Keperawatan Maternitas II. Penerbit Nuha Medika. Yogyakarta.

Riskesdas (2013). Riset Kesehatan Dasar . Jakarta : Kementrian Kesehatan RI

Utami.P (2009) HUBUNGAN INISIASI MENYUSU DINI DENGAN KECEPATAN KELUARNYA ASI PADA IBU POST PARTUM DI BPS FIRDA TUBAN. KTI Stikes NU Tuban.




DOI: https://doi.org/10.35842/jkry.v5i1.129

Article Metrics

Abstract view : 0 View
PDF - 0 View

Refbacks

  • There are currently no refbacks.