PENGARUH KONSELING LAKTASI TERHADAP PENGETAHUAN KEMAMPUAN DAN KEBERHASILAN IBU DALAM PEMBERIAN ASI

Anita Liliana, Elsi Dwi Hapsari, Wenny Artanti Nisman

Abstract


Modal dasar pembangunan manusia berkualitas dimulai sejak bayi masih dalam kandungan yang kemudian dilanjutkan dengan pemberian Air Susu Ibu (ASI) sejak usia dini, terutama pemberian ASI eksklusif . Target pelaksanaan pemberian ASI eksklkusif sebesar 80%, namun dalam pelaksanaannya ASI eksklusif masih memprihatinkan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh konseling laktasi terhadap pengetahuan, kemampuan dan keberhasilan ibu dalam pemberian ASI di RSUD Panembahan Senopati Bantul. Desain penelitian yang digunakan adalah ”quasi experiment with post test-only non equivalent control group design”. Teknik pengambilan sampel dengan consecutive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 32 responden pada masing-masing kelompok. Analisis bivariat menggunakan chi square dengan tingkat kemaknaan p<0.05. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan pengetahuan yang signifikan setelah dilakukan konseling laktasi pada kelompok intervensi (p value 0.000<0.05), terdapat perbedaan kemampuan menyusui yang signifikan antara kelompok intervensi dengan kelompok kontrol setelah diberikan konseling laktasi (p value 0.012<0.05; RR 1.917) dan terdapat perbedaan keberhasilan dalam pemberian ASI yang signifikan antara kelompok intervensi dengan kelompok kontrol setelah diberikan konseling (p value 0.006<0.05; RR 2.500). Konseling laktasi berpengaruh terhadap pengetahuan, kemampuan dan keberhasilan ibu dalam pemberian ASI.


Keywords


Konseling, Laktasi, pemberian ASI

Full Text:

PDF

References


Ambarwati, R. (2013). Pengaruh konseling laktasi intensif terhadap pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif sampai 3 bulan. Tesis. Vol. 2, No. 1. Desember 2013: 15-23, Jurnal Gizi Indonesia.

Departemen Kesehatan RI. (2007). Pedoman Penyelenggaraan Pelatihan Konseling Menyusui Dan Pelatihan Fasilitator Konseling Menyusui, Jakarta.

Dinas Kesehatan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. (2011). Profil Kesehatan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dinkes Kabupaten Bantul. (2012). Profil Kesehatan Kabupaten Bantul.

Handayani, E., (2007). Trauma Kehamilan dan Pengaruhnya pada Janin. Di akses tanggal 11 Agustus 2015. http://www.hypno-birthing.web.id/?p=208

Hector, D., King L., Webb, K. & Heywood, P. (2005) Factors affecting breastfeeding practies: applying a concept framework. The NSW Public health bulletin, 16 (3-4): 52-55.

Imdad, A., Yakoob, M.Y., Bhutta, Z.A. (2011). Effect of breastfeeding promotion interventions on breastfeeding rates, with special focus on developing countries. BMC Public Health. 11(Suppl.3): S24.

Notoatmodjo, S. (2003). Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Rineka Cipta. Jakarta.

Riskesdas. (2013). Rencana Kerja Pembinaan Gizi Masyarakat Tahun 2013. Jakarta: Direktorat Bina Gizi Kemenkes RI.

Roesli. U., & Yohmi, E. (2009). Manajemen laktasi. Jakarta: IDAI. p: 32-34

Soetjiningsih. (1997). Masalah-masalah yang sering terjadi pada masa menyusui. dalam Soetjiningsih. (1997). ASI, petunjuk untuk tenaga kesehatan. EGC. Jakarta.

Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI). (2012). AKI dan AKB tahun 2012 Menurut SDKI. http://pdfpath.com/pdf/.html. Diakses tanggal 26 Desember 2014.




DOI: https://doi.org/10.35842/jkry.v4i2.116

Article Metrics

Abstract view : 0 View
PDF - 0 View

Refbacks

  • There are currently no refbacks.